Article, News Page

Strategi Propan Bangkitkan Industri Furniture Nasional dari Tekanan Impor

DESIGN TO PRODUCTION (4)

Masuknya produk furniture impor yang terus membanjiri pasar domestik menjadi tantangan serius bagi pelaku industri dalam negeri. Didukung teknologi yang semakin maju dan harga yang kompetitif, produk impor kian menekan daya saing produsen lokal.

Menjawab tantangan tersebut, Propan Raya bersama enam mitra industri menggelar seminar kolaboratif bertajuk Design to Production di Propan Sandimas Experience Center, kawasan Indonesia Design District PIK 2, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memperkuat daya saing industri furniture nasional melalui peningkatan kompetensi dan kolaborasi lintas sektor.

Peserta Seminar Industri Furniture Nasional
Peserta Seminar Industri Furniture Nasional

Seminar ini digelar sebagai respons atas ancaman produk impor yang kian agresif. Propan menilai pelaku industri tidak dapat hanya mengandalkan dukungan pemerintah, melainkan harus membangun kekuatan dan daya saing secara mandiri.

BU Industry Head Propan, Agoes Dwi Purnama, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas industri dalam negeri. “Kita tidak mungkin hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah. Kita harus memiliki daya saing sendiri, sehingga ketika berhadapan dengan produk impor, kita sudah siap dengan kekuatan kompetitif yang kita miliki. Pengalaman kami yang juga mendukung pasar hingga ke luar negeri menjadi bekal untuk berbagi pengetahuan kepada pelaku industri,” ujarnya.

Agoes Dwi Purnama selaku BU Industry Head Turut Hadir dalam Seminar Industry
Agoes Dwi Purnama selaku BU Industry Head Turut Hadir dalam Seminar Industry 

Kolaborasi menjadi poin utama dalam forum ini. Menurut penyelenggara, kualitas produk furniture tidak hanya ditentukan oleh desain, tetapi juga oleh kesiapan aspek produksi secara menyeluruh. Integrasi antar-supplier, mulai dari material, proses produksi, hingga teknologi mesin menjadi kunci dalam menciptakan produk yang efisien dan berstandar tinggi.

Sebelumnya, Propan telah mengadakan kegiatan serupa secara terpisah. Namun kali ini, seluruh elemen industri digabungkan dalam satu forum terpadu guna menciptakan sinergi yang lebih kuat.

Sebagai salah satu pemimpin pasar dalam bidang pelapis furniture (furniture coating), Propan memandang posisi tersebut sebagai kebanggaan sekaligus tantangan. BU Manager Harry Prasetyo menyatakan bahwa status market leader harus diimbangi dengan inovasi berkelanjutan. “Menjadi market leader adalah kebanggaan, tetapi juga tantangan besar. Propan harus terus berinovasi untuk tetap kompetitif menghadapi para pesaing,” ungkapnya.

Kolaborasi Propan bersama Enam Mitra Industri Dalam Seminar Industry Furniture
Kolaborasi Propan bersama Enam Mitra Industri Dalam Seminar Industry Furniture

Seminar ini juga melibatkan mahasiswa sebagai generasi penerus industri furniture nasional. Keterlibatan akademisi diharapkan mampu menciptakan kesinambungan inovasi dan regenerasi pelaku industri.

Jakarta menjadi kota pembuka rangkaian seminar yang rencananya akan digelar di beberapa kota lain di Indonesia. Melalui inisiatif ini, Propan berharap dapat memperkuat ekosistem industri furniture nasional sehingga mampu bertahan di tengah gempuran produk impor, sekaligus membuka peluang untuk bersaing di pasar global.

Dengan sinergi antar pelaku industri, produk furniture Indonesia diharapkan tidak hanya mampu menghadapi persaingan domestik, tetapi juga tumbuh menjadi pemain kuat di kancah internasional.

 

Bagikan Berita :